Saturday, January 27, 2007

WATER TREATMENT PKS

I. Pendahuluan
1.1. Kebijakan Perusahaan
Pada umumnya Pabrik Minyak Kelapa Sawit memerlukan air
bersih untuk kepentingan pengolahan, air pendingin, air umpan
Boiler, pencucian dan untuk keperluan domestik. Sumber air
yang digunakan umumnya berasal dari sungai atau anak sungai,
karena air tersebut tidak dapat langsung digunakan maka
diperlukan suatu proses pengolahan air agar air yang dihasilkan
dapat memenuhi syarat sesuai kriteria yang ditetapkan.
Kebijakan yang ditetapkan bahwa air yang digunakan untuk
keperluan pabrik dan domestik sebelumnya harus melalui
perlakuan tertentu untuk mengurangi atau menghilangkan zat
yang tidak diperlukan sehingga diperoleh mutu air yang
memenuhi syarat.
1.2. Dasar – dasar Pengolahan
1.2.1. Kandungan Zat
Air yang berasal dari perairan umum atau sungai masih
mengandung kotoran (Impurities) yang dikelompokkan sebagai
berikut :
a. Suspended solid
Adalah semua senyawa/padatan yang tidak larut, melayang
atau ,mengapung di dalam air dan tidak berubah bentuk
seperti lumpur, pasir, bahan-bahan organik, minyak dan
bakteri. Bila jumlahnya besar akan menyebabkan kekeruhan
dalam air.
b. Dissolved solid
Adalah padatan yang larut di dalam air yang bergabung
dengan molekul-molekul air atau di dalam larutan seperti
garam-garam dan asam. Komposisi padatan yang larut
tergantung dari macam sumber air dan lokasi sumber air.
Padatan terlarut yang banyak dijumpai dalam air antara lain :
Alkalilitas, kesadahan, Garam sodium, Besi, mangan, Silika,
Chlorida, sulfat, Phospat dan bahan-bahan organik.
c. Dissolved gas
adalah gas-gas yang ada di air yang bergabung dengan
molekul-molekul air. Gas–gas ini tidak stabil dan dapat
dilepas dengan perubahan suhu, tekanan atau interaksi
mekanikal, contohnya oksigen, karbondioksida.
1.2.2 Perlakuan air
Proses perlakuan air di Pabrik Minyak Sawit dilakukan dengan
cara :
1. Penjernihan air
2. Pelunakan air dengan cara pertukaran ion
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 3 dari 13
3. Boiler internal treatment.
1.2.2.1 Penjernihan air
Pengolahan air baku (mentah) bertujuan untuk menghilangkan
kotoran-kotoran yang ada di air. Metode pengolahan air ada tiga
jenis yaitu :
a. Penjernihan (Clarification)
Proses penjernihan merupakan proses pengendapan
kotoran/lumpur yang tersuspensi/melayang didalam air
dengan bantuan penambahan bahan kimia. Proses
penjernihan air dapat dibagi atas tiga langkah proses :
 Koagulasi
 Flokulasi
 Sedimentasi
b. Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan merupakan tahap akhir dari proses penjernihan
air, alat yang digunakan berupa pressure sand filter.
c. Chlorinasi (Disinfeksi)
Disinfeksi adalah proses pemusnahan bakteri dan virus yang
ada di dalam air. Prosesnya dengan menambahkan chlorin
atau kaporit pada air yang akan di kirim ke water tank.
1.2.2.2 Pelunakan Air
Pelunakan air merupakan proses yang bertujuan
menghilangkan atau menurunkan kesadahan air, silica dan TDS
sehingga air memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air
umpan Boiler. Bila garam kesadahan dalam air tidak
dihilangkan atau dikurangkan akan menyebabkan kerak pada
pipa Boiler. Pelunakan air yang sering dilakukan dengan
peralatan :
1. Softener
Merupakan resin penukar ion yang berfungsi menurunkan
kesadahan air atau total hardness.
2. Demineralizer plant
Merupakan resin penukar Kation dan Anion berfungsi untuk
menurunkan kesadahan, silica dan Total dissolved solid
(TDS).
3. Dearator
Merupakan alat pemanas air umpan Boiler dengan tujuan
untuk menghilangkan gas terlarut seperi oksigen, Carbon
dioksida dan ammonia yang dapat menyebabkan korosi.
1.2.2.3 Internal treatment
Internal treatment merupakan proses perlakuan air didalam
Boiler dengan tujuan untuk mencegah pembentukan kerak,
mencegah korosi serta mencegah terjadinya carry over. Air
umpan Boiler dengan analisa kimia dapat diketahui jenis dan
jumlah kandungan zat yang terkandung didalamnya .
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 4 dari 13
a. Kerak
Kerak di air umpan Boiler terbentuk dari kotoran-kotoran,
biasanya dari campuran Calsium dan Magnesium yang tidak
larut. Kadang-kadang melekat ke dalam hard mass oleh silica.
Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan
atau pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa.
b. Korosi
Korosi di air umpan Boiler terjadi ketika air asam atau pH
rendah, air mengandung oksigen yang terlarut dan karbon
dioksida serta konsentrasi daripada caustik tinggi. pH rendah
ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif
yang menyebabkan lobang-lobang besar. Pengaruh daripada
korosi ini adalah rusaknya pipa Boiler.
c. Carry over
Carry over di air umpan Boiler terjadi karena masuknya air dan
solid melalui uap Boiler. Hal ini disebabkan karena kelebihan
solid yang terlarut dan tidak terlarut, tingginya alkalinity serta
tingginya kandungan minyak di air umpan Boiler. Pengaruh dari
carry over ini adalah dapat menyebabkan kerusakan pada pipa
super heater, berkurangnya efisiensi turbin. Proses masuknya
air dan uap terbagi dua yaitu :
1. Priming
Hal ini terjadi karena penurunan tekanan secara tiba-tiba
yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan uap secara
cepat atau hasil kelebihan high water level.
2. Foaming
Hal ini terjadi karena adanya gelembung uap pada
permukaan air di dalam drum uap.
1.2.3 Proses pengolahan air umpan Boiler apabila tidak dilaksanakan
dengan baikakan menimbulkan kerak didalam dinding pipa-pipa
pemanas maupun dinding drum. Adanya kerak ini akan
mengakibatkan beberapa hal yaitu :
a. Proses pemanasan air di dalam pipa-pipa pemanas
berlangsung lama.
b. Bahan bakar untuk menaikan steam diperlukan banyak.
c. Uap yang dihasilkan kurang, bermutu jelek dan kapasitasnya
berkurang.
d. Kemungkinan terjadinya pemanasan lokal pada pipa yang
akan berakibat over heating dan dapat menjadikan
ledakan/pecahnya pipa.
e. Efisiensi kerja Boiler rendah.
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 5 dari 13
1.2.4 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses
pengolahan air yaitu:
a. Pompa raw water
Fungsinya untuk memompakan air dari waduk/sungai
sampai ke water Clarifier Tank.
b. Water Clarifier Tank.
Fungsinya sebagai tempat proses koagulasi dengan tahapan
pencampuran, penggumpalan dan pengendapan bahan
tidak larut dalam air. Alat ini juga dilengkapi Kerangan drain
untuk membuang endapan lumpur ynag terbentuk.
c. Chemical Dosing Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan larutan bahan kimia dengan
cara injeksi dari tanki larutan kimia ke dalam Clarifier Tank
d. Chemical Solution Tank.
Fungsinya untuk pencampuran bahan kimia dengan air pada
konsentrasi tertentu sebelum diinjeksi ke dalam Clarifier
Tank.
e. Bak pengendap.
Fungsinya untuk mengendapkan pasir, lumpur dan
gumpalan-gumpalan partikel yang terbawa dalam air.
f. Water Basin Pump.
Fungsinya untuk mentransfer air yang telah diendapkan di
dalam bak pengendap masuk ke dalam Pressure Sand
Filter.
g. Pressure Sand Filter
Fungsinya untuk menyaring padatan-padatan yang terdapat
dalam air yang masuk ke Pressure Sand Filter melalui media
berpori atau pasir.
h. Water Tower Tank.
Fungsinya sebagai tempat penimbunan air yang sudah
bersih hasil dari pengolahan dan sebagai tempat pengaturan
distribusi air untuk domestik maupun untuk keperluan pabrik.
1.2.5 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses
pelunakan air yaitu :
a. Regenerasi Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan air yang telah ditreatment ke
dalam unit penukar kation.
b. Tanki Kation dan anion.
Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya pertukaran ion.
Peralatan ini terdiri dari dua bagian, satu bejana kation dan
satu lagi bejana anion serta dilengkapi dengan tanki / bak
pengenceran larutan asam dan kaustik.
c. Degasifer
Fungsinya untuk melepaskan gas/ion yang terkandung di
dalam air
d. Deaerator Water Pump.
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 6 dari 13
Fungsinya untuk mentransfer air dari bak penampung ke
Deaerator.
e. Deaerator
Fungsinya untuk menaikkan temperatur air umpan
mendekati titik didihnya sehingga dapat mengurangi
kandungan gas O2 dan CO2.
f. Tanki penampung air umpan
Fungsinya untuk menampung air umpan sebelum di alirkan
ke dalam Deaerator.
1.2.6 Beberapa kritikal point yang harus dipenuhi didalam pengolahan
air yaitu:
a. Penjernihan air :
· Suspended solid : 0 - 3 mg/l
b. Air umpan Boiler
· pH : 7,0-8,5
· Total Hardness : < 5 ppm
· Silica : < 5 ppm
d. Air Boiler
· pH : 10,5-11,5
· Total Alkalility : 500 – 800 ppm
· Coustic Alkalility : 300 - 500 ppm
· Sulphit : 20 –80 ppm
· Total Dissolve Solid : < 2500 ppm
· Silica : ½ C .alkalility
· Sodium Chloride : < 300 ppm
· Total Hardness : < 5 ppm
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 7 dari 13
II. Prosedur Operasional
2.1 Hal – hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan
kerja adalah sebagai berikut :
· Sebelum air di pompa ke pabrik, operator secara visual harus
memeriksa kondisi level air di sungai dan memastikan tidak
sedang ada kerusakan / perbaikan di instalasi pompa.
· Operator pada saat melakukan pencampuran bahan kimia
harus menggunakan masker penutup hidung, sarung tangan
dan kaca mata, terutama dalam penanganan HCl, H2SO4 dan
NaOH agar tidak kontak langsung dengan tubuh yang akan
mengganggu kesehatan.
2.2 Proses penjernihan air
Proses penjernihan air melalui tahapan Koagulasi, Flokulasi dan
sedimentasi dilakukan di Clarifier, sedangkan proses penyaringan
dilaksanakan dengan alat pressure sand filter. Di Clarifier air
proses penjernihan memerlukan waktu penahanan sekitar 1,5 – 2
jam.
2.2.1 Koagulasi
Proses koagulasi dilakukan untuk merubah sifat suspensi kolloid
yang mempunyai muatan listrik yang sama dengan air yang
menyebabkan sulit mengendap. Proses koagulasi dilakukan
dengan menambahkan koagulan yang dapat menetralkan muatan
listrik dari partikel.koloid sehingga partikel tersebut mengalami
destabilasasi dalam air sehingga terjadi penggabungan beberapa
butiran menjadi diameter lebih besar. Koagulan mangalami difusi
didalam air oleh pencampuran yang kuat untuk mendapatkan
waktu kontak yang cukup diantara partikel-partikel dan bahan
kimia penjernih air. Untuk menetukan dosis bahan kimia yang
ditambahkan perlu dilakukan jar test. Urutan penambahan kimia
dalam proses koagulasi sbb:
 Penambahan bahan kimia dilakukan injeksi pump pada pipa
masuk ke clarifier dengan dosis bahan yang ditambahkan
harus sama seperti jar test (contoh perhitungan sesuai
dengan sub bab 2.1.1.2 dosis bahan kimia)
 Jarak titik injeksi bahan kimia yang normal sekitar 10-15
meter sebelum masuk ke Clarifier.
 Untuk menghilangkan warna, koagulan harus ditambahkan
didepan semua bahan kimia alkaline untuk pembentukan flok.
 Untuk menghilangkan kekeruhan, pengaturan pH diatur
didepan penambahan koagulan.
 Kadang-kadang bahan kimia alkaline (NaOH) dapat
ditambahkan secara simultan dengan bahan koagulan (Alum).
 Bahan koagulan/flokulan (polimer) pembantu harus
ditambahkan terakhir.
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 8 dari 13
2.2.1.1 Bahan Koagulan
Bahan kimia yang sering digunakan untuk koagulan antara lain:
 Alumunium sulfat (Al2 (SO4)3.18 H2O. atau Alum.
 Poly Almunium Chloride (PAC)
 Soda ash (Sodium Carbonat)
 Caustik Soda (NaOH)
 Polyelectrolit
Alum bereaksi dengan alkali sehingga membentuk alumunium
hidrokside yang akan mengikat padatan halus yang terdapat
dalam air.
Reaksi Kimia :
Al2( SO4)3 + 6 Na HCO3 ----- 2 AL(OH)3 + 3 Na2SO 4 + 6 CO2
Alum sulfat Sodium Aluminium Sodium Carbon
Bicarbonat Hydroxide sulfat Dioxide
pH yang terbaik pada saat proses koagulasi dan flokulasi adalah
6,5 –7,5 karena aluminium hydroxide tidak larut pada pH tersebut,
sehingga proses pengikatan partikel zat-zat padatan terjadi
dengan baik. Dengan terbentuknya Alumunium Hidroxide
sehingga alkalilitas air dan pH air mengalami penurunan. Untuk
menaikkan pH air sebelum diolah ditambahkan caustic soda atau
soda ash agar alum dapat berfungsi optimal.
2.2.1.2 Dosis Bahan kimia
Dosis Bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi dan
flokulasi untuk kebutuhan perjam air sesuai kapasitas pompa
Raw water pump dapat dilakukan dengan rumus :
Ppm Chemical x Kap. Pompa RWP x 1 jam = X Kg Bahan Kimia
1000000
Sedangkan untuk menentukan kapasitas chemical pump dengan
konsentrasi larutan chemical sebesar y % adalah :
x Kg/y % X 100 % = Z Liter /jam
Dimana :
RWP = Raw Water Pump
x Kg = Jumlah chemical yang dibutuhkan untuk satu jam
y% = Konsentrasi larutan chemical di chemical tank
Z = kapasitas chemical pump yang diinginkan.
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 9 dari 13
2.2.1.3 Konsentrasi larutan
Konsentrasi bahan kimia didalam tanki chemical dibuat untuk
masing –masing bahan sbb:
a. Larutan Alum /tawas = 5% - 15 %
b. Larutan soda Ash / Caustic soda = 5% - 15 %
c. Larutan Polyelectrolit = 0.01% - 0.06 %
2.2.1.4 Dengan pengaturan konsentrasi pada batas yang
ditentukan bahan kimia akan bekerja lebih efektip setelah
diinjeksikan.
Pada saat melakukan pencampuran bahan kimia harus
menggunakan masker penutup hidung dan sarung tangan, atau
paling tidak menutup mulut dan hidung sehingga gas HCl tidak
langsung terhisap ke tubuh yang akan mengganggu kesehatan.
2.2.2 Flokulasi
Flokulasi merupakan kelanjutan dari proses koagulasi dimana
pada proses ini terjadi pembentukan partikel yang lebih besar
atau flok dengan system pengadukan sehingga flok yang
terbentuk bertambah besar, bertambah berat dan mudah
mengendap.
2.2.3 Sedimentasi
Merupakan proses pengendapan partikel-partikel yang ukurannya
relatip besar /flok yang ada didalam air pada suatu wadah
sehingga pemisahan floc dengan air jernih dapat terjadi dengan
sempurna. Sedimentasi biasanya dilakukan di water basin
2.2.4 Penyaringan /Filtrasi.
Filtrasi adalah suatu teknik pemisahan padatan-padatan
tersuspensi dalam air setelah proses penjernihan dengan
melewatkan air pada media yang berpori. Media berpori
merupakan campuran pasir dan kerikil kuarsa dari yang halus
sampai yang kasar dan disusun secara berlapis-lapis. Air yang
sudah diendapkan dalam bak pengendapan kemudian
dipompakan ke dalam pressure sand filter, karena adanya
tekanan air merembes kepori-pori yang terbuat dari lapisan
pasir dan kerikil sehingga kotoran yang berbentuk gumpalan
akan tertinggal dilapisan permukaan sedangkan air yang jernih
kebagian bawah tabung sand filter dan masuk ke water tank
untuk didistribusikan.
2.3 Pelunakan air
Pelunakan air merupakan proses penghilangan zat-zat yang
terlarut dalam air atau kesadahan air yang dapat menimbulkan
masalah pada boiler dan steam line. Pelunakan air yang
dilaksanakan di PMKS Asian Agri Group ada dua cara:
1 Softener Plant
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 10 dari
13
2. Demineraliser Plant.
Kedua cara proses tersebut disebut eksternal treatment.
2.3.1 Softener Plant
Softener plant adalah alat berupa tabung cylinder berisi resin
yang digunakan untuk menghilangkan kandungan kesadahan
(hardness) yang terdiri dari unsur calsium dan Magnisium.
a. Prinsip kerjanya.
Softener tank yang berisi resin dengan unsur Natrium akan
mengikat setiap kesadahan dari air yang melewatinya. Apabila
resin telah penuh dengan kesadahan yang diikat, maka resin
tersebut akan jenuh (tidak mampu mengikat lagi) dan perlu
diaktipkan kembali dengan cara regenerasi dengan larutan
NaCl.
b. Reaksi pada saat proses:
2 Na R + CaSO4 ----------- Na2 SO4 +
Ca R2
Resin Calsium Sulfat Sodium sulfat
Resin
2 Na R + Ca(HCO3)2 ----- 2 Na HCO3 + Ca
R2
Resin Calsium Bicarbonat Sodium Bicarbonat
Resin
2 Na R + MgCO3 ----- Na2 CO3 +
Mg R2
Resin Magnesium Carbonat Sodium Carbonat
Resin
 Air yang mengandung ion-ion Calsium dan magnesium
masuk kedalam bejana penukar ion.
 Dalam bejana terdapat sejumlah butiran/pertikel resin
dan tiap partikel mengandung ion Natrium. Pertukaran
ion mulai berlangsung ion Calsium dan ion Magnesium
diserap oleh resin dan sebaliknya resin akan
melepaskan ion Natrium.
 Air yang keluar dari softener sudah rendah
hardnessnya selanjutnya ditampung di feed water tank.
 Lama kelamaan resin akan kehabisan ion Natriumnya
dan jenuh dengan ion Calsium dan Magnesium
sehingga resin tidak aktif lagi. Oleh karena itu perlu
dilakukan regenerasi dengan larutan Natrium chlorida.
 Regenerasi dilakukan jika hasil pemeriksaan hardness
di atas 5 ppm.
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 11 dari
13
c. Regenerasi.
Prosedur regenerasi dilakukan dengan empat langkah:
1. Back Wash
Aliran air dibalikkan dari bawah ke atas melalui bed resin.
Proses ini menghilangkan kotoran/padatan yang
terkumpul. Selama backwash lapisan resin mengalami
ekspansi paling sedikit 50%, lamanya backwash 15- 25
menit.
2. Regenerasi
Langkah ini menginjeksikan larutan garam 5 - 10 %
kedalam bejana resin, larutan garam akan mencuci
lapisan permukaan resin. Regenerasi terjadi dengan cara
sodium dalam larutan garam menggantikan Calcium dan
Magnisium hardness pada resin penukar ion. Lamanya
regerasi berkisar 30-45 menit. Jumlah garam yang
dibutuhkan berkisar 0.1 – 0.2 kg/liter resin dengan
kecepatan laju aliran 0.03 – 0.07 l/menit perliter resin.
3. Rinse/pembilasan
Air dipaksa mengalir melalui lapisan resin untuk
menghilangkan kelebihan garam. Setelah mencapai batas
hardness kurang dari satu ppm unit dapat dioperasikan
kembali. Lamanya pembilasan lambat sekitar 60 menit dan
pembilasan cepat sekitar 15 menit.
2.3.2 Demineraliser Plant
Proses Demineralisasi adalah proses yang digunakan untuk
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positp dan negatip yang
ada pada air. Pada dasarnya proses di demin plant
menggunakan dua bejana/tanki yang berisi resin masing –masing
berisi resin kation dan resin anion.
Kedua bejana tersebut yang dihubungkan secara seri. Air
pertama masuk dialirkan ke tanki berisi resin kation dan kemudian
mengalir melalui tanki berisi resin anion dan keluar sebagai air
bersih untuk umpan Boiler.
2.3.2.1 Prinsip kerja
Kedua bejana tanki berisikan 2 jenis resin yakni resin kation
dengan ion H+ dan resin Anion dengan ion OH – akan mengikat
setiap ion yang bermuatan positip dan negatip pada air yang
melewati alat tersebut
2.3.2.2 Resin penukar kation dan penukar anion
a. Fungsi resin penukar kation
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 12 dari
13
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positip seperti Ca, Mg
dan ion positip lainnya dengan cara pertukaran dengan ion
hydrogen (H+).
b. Fungsi resin penukar anion
menghilangkan ion-ion yang bermuatan negatif seperti SO4,
Cl, SiO3, dan ion negatif lainnya dengan cara pertukaran
dengan ion OH-
2.3.2.3 Reaksi pada saat proses :
a. Kation Exchanger
2H+R + CaSO4 H2SO4 + Ca+R2
Resin Calcium Sulphate Sulphuric Acid Resin
2H+R + CaCl2 2HCl + Ca+R2
Resin Calcium Chloride Hydrochloric Resin
b. Anion Exchanger
2OH-R + H2SO4 2H2O + SO4
-R2
Resin Sulphuric Acid air Resin
2OH-R + HCl H2O + Cl-R2
Resin Hidrocloric Acid air Resin
2OH-R + H2SiO3 2H2O + SiO3
-R2
Resin asam silicate air Resin
2.3.2.4 Regenerasi
Sesudah kapasitas tercapai, resin tidak mampu menukar ion.
Kemampuan ini harus dikembalikan dengan melakukan
regenerasi, yakni mengalirkan larutan yang mengandung kation
yang sama dengan resin. Untuk resin tipe Na digunakan larutan
NaCl, sedangkan untuk tipe H digunakan larutan asam HCl.
Sebelum regenerasi, dilakukan aliran balik dengan tujuan
memekarkan kembali resin yang memadat selama back washing.
Pemekaran tersebut antara 50 – 75 %, karena itu dalam
perencanaan kolom resin perlu disediakan ruang kosong diatas
resin ± 75 %.
2.4 Deaerator
Gas-gas yang terlarut dalam air feed seperti Oksigen, Carbon
Dioksida dan Ammonia dapat menyebabkan korosi pada feed
water lines, heaters, economizers, boiler dan kondensat lines.
Untuk menghilangkan gas yang terlarut tersebut maka diperlukan
proses deaerasi dengan menggunakan alat yang dinamakan
deaerator.
2.4.1 Prinsip kerja
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 13 dari
13
Di dalam deaerator air disemprotkan ke ruang deaerasi melalui
nozzle. Butiran air yang jatuh akan kontak langsung dengan uap
dan temperatur air menjadi naik hampir mendekati temperatur
uap. Dalam kondisi tersebut 97 – 98 % gas O2 dan CO2 akan
terbebas dan keluar dari deaerator. Air yang sudah di deaerasi
terus diaduk oleh uap yang datang terus menerus membuat sisasisa
gas yang ada akan menjadi hilang. Setelah pengadukan oleh
uap, air yang sudah di deaerasi diumpankan ke boiler.
III. Pengendalian Proses
3.1 Pemompaan air dari sungai harus rutin dilakukan untuk
menjaga agar air di waduk senantiasa penuh.
3.2 Instalasi pipa dan Pompa dari raw water tidak ada kebocoran
dan selang – selang dan Pompa injeksi kimia tidak ada yang
pecah / bocor.
3.3 Melakukan back wash di sand filter setiap hari dan pembuangan
endapan di Clarifier Tank setiap shift dan pemeriksaan kondisi
dan volume pasir sand filter dilakukan setiap tahun.
3.4 Pencucian water basin dan Clarifier Tank minimal 6 bulan
sekali.
3.5 Jar test harus dilakukan setiap hari dan pencampuran bahan
kimia untuk pemurnian air dibuat berdasarkan hasil test ini.
3.6 Resin harus diregenerasi bila parameter silica dan hardness
melewati batas yang ditetapkan dan pemeriksaan kualitas resin
dilakukan minimal setahun sekali.
3.7 Pencampuran bahan kimia untuk regenerasi harus sesuai
dengan takaran yang ditentukan dan dalam pencampuran air
harus diisikan terlebih dahulu baru kemudian ditambahkan
bahan kimianya.
3.8 Karena bahan kimia yang dipakai adalah bahan kimia yang
reaktif baik asam maupun basa, maka tanki-tanki yang
dipergunakan harus tahan terhadap sifat asam atau basa,
sehingga kebocoran dapat dicegah.
3.9 Pastikan flow meter berfungsi dengan baik dan dicatat
pemakaian air setiap hari.

Saturday, September 23, 2006

Piye Kabare, Dab .......?

Bicaranya khas, perlahan, tapi penuh jebakan, dengan aksen Jawa Tengah yang kental. Terakhir bertemu badannya kurus tapi tegap, dengan tatapan mata yang penuh selidik tapi tetap jenaka. Idiom-idiom serta plesetan khas mahasiswa nang Yogya mbiyen masih kerap terlontar, justru saat membahas permasalahan yang membutuhkan keseriusan tinggi. Saking jengkelnya, saya kadang membalasnya dengan becanda justru saat dia serius sekali.

Menyenangkan pernah kuliah dan kemudian menjadi partner kerja selama kurang 2.5 tahun bersama sobat satu ini. Kalau saya bilang hampir tidak ada yang berubah dari sikapnya, pola pikirnya, sampai style-nya dalam numpaki sepeda motor. Saya cuma sering kasihan dengan anggota-anggotanya yang sering bingung dan pasrah karena kalah beradu argumentasi dengan dia. Saya kadang bilang, dengan gaya bicara kayak gini, anggotamu apa ora bingung?

Dia langsung datang dari base-nya sekitar 8 km, ketika tahu saya ditempatkan di group perusahaan yang sama. Perasaan lega langsung muncul, pinomat nek ono opo-opo wes ono koncoku nang kene, gitu pikir saya waktu itu. Pertama masuk kerja, karyawan langsung cerita, kalau sobat ini pernah jatuh ke parit bersama keretanya (di Sumatera Utara sepeda motor disebut kereta). Parit di tempat kami lebarnya 5 mtr dengan dalam 4 meter. Ketika saya tanyakan padanya, dia bercerita detil jatuhnya, yang intinya terjadi karena sikap tidak mau menyerah dan 80% sikap anehnya. Kalau saya baru mengenalnya, mungkin akan merasa aneh dengan sikapnya. Tapi tahu sendirilah gimana Sobat ini saat masih kuliah dulu, sehingga saya hanya berkomentar, gila elu…!

Putaran nasib membawa kami ke posisi kerja yang sama, tapi dengan kondisi yang berbeda. Saya me-manage operasional unit untuk meng-cover 4 afdeling (4rb ha) dan 2 emplasement (perumahan), sementara sobat ini hanya 3 afdeling dengan satu emplasement. Kelengkapan unitpun masih jauh lebih lengkap di tempat saya. Intinya dari sumber daya, kondisi saya jauh lebih baik dari pada sobat ini. Plus manager yang tidak menoleransi restan TBS (buah yang dipanen tapi tidak diangkat ke pabrik pada hari yang sama), kerja sobat ini menjadi lebih berat. Ketika saya sudah istirahat di rumah, sobat ini masih bekerja, bahkan dia pernah menjaga bayi petugas jembatan timbang, hanya agar ibunya bersedia menimbang TBS yang dikirimnya pukul 2345. Meski pada perkembangan selanjutnya saya memegang 2 kebun (7 rb ha) dan begitu juga sobat ini. Tapi kesulitan selalu lebih berpihak padanya.

Soal main game, perilakunya dari dulu benar-benar gak berubah. Bagi yang pernah lihat dia main The Conqueror atau Commandos, akan tahu kalau dia selalu akan mencari ide yang tidak biasa, hanya untuk melihat respon dari komputernya. Contohnya : jumlah populasi kita di Conqueror kan dibatasi, maka dia akan meng-create monk sebanyak-banyaknya kemudian seluruh musuhnya diubah menjadi kepunyaannya. Pusat kota musuh akan dipagar dengan satu pintu, sementara barisan monk menghadang di mulut pintu tersebut. Setiap warga baru yang keluar dari pusat kota musuh akan diubah oleh monk-monk tadi menjadi warga dia. Untuk membuat populasinya berlipat-lipat dari limitasi yang diberikan, sobat ini akan betah berjam-jam, bahkan sambil tiduran dengan mouse komputer di tangan.

Lebaran pertama saya, tahun 2004, dia ngelajang karena bekas pacarnya pulang ke Semarang. Kami ke Danau Toba naik sepeda motor. Waktu itu kami berempat dengan 2 sepeda motor, dan tentu saya memilih berpasangan dengannya, karena reputasinya sejak kuliah sebagai sopir bus patas. Cuma sewaktu-waktu harus bisa memaksa dia untuk gantian, kalau tidak ingin melihat orang tidur bawa motor, he..he.

Sobat ini punya 2 orang anak. Menyenangkan melihat si juniorita, Fadyah tumbuh dengan sikap mirip Bapaknya. Ampun deh !? Anaknya terkenal tahan banting, jarang menangis, dan senangnya sama cowok-cowok. Sobat ini akan dengan bangga bercerita kalau Fadya melihat sesuatu yang baru akan penuh selidik, penuh rasa ingin tahu.

Kini, kami sama-sama mutasi ke dua tempat berbeda jauh. Saya makin mendekati kota, sementara dia ke pelosok Pekanbaru (lebih 3.5 jam). Tapi saya yakin di sana kondisinya jauh lebih baik dari pada kebun yang kami tinggalkan, minimal dari prasarana dan budaya perkebunannya. Saya tentu akan mengenang dan merindukan plesetan-plesetan dari sobat ini, sekedar untuk mencairkan ketegangan kerja. Terakhir bertemu saat dia pamitan mau pindah, terakhir bercanda saat kami berdua menangkap ikan lele di kolam belakang rumahnya, dengan metode yang tentu tidak biasa, he…he. (Kelingan ra, nangkap iwa nang kolamku nganggo jala, tapi karena dewe ra iso nganggone, dadi malah dewe sing mlebu nang jero kolam).

Moga sukses dan saya yakin itu dari SMS-SMS yang dikirimnya.

Piye Kabare, Fajri .……?

Sunday, September 03, 2006

Males Ah !

Hari ini gue malas banget ngapa-ngapain. Pengennya tidur sambil dengerin musik. Pertanyaannya kalau lagi gerimis, enaknya ngapain, cemilan apa yang cocok, jenis lagu yang didengerin apa : jazz, rock, R&B, etc, buku apa yang enak dibaca : petualangan, komik (he..he..), and ditemani siapa?

Gue yakin, semua orang pasti pernah mengalami hal serupa. Banyak yang sukses menikmatinya, tapi ada juga yang akhirnya terbawa dan justru malah merusak produktivitasnya. Nah, Gue pernah mengalami keduanya. Semasa kuliah, kemalasanlah yang akhirnya membuat gue agak lama lulus dari waktu yang semestinya. Bawaannya nge-game, and dolan aja. Setiap megang buku, seperti setan yang denger suara adzan (kepanasan). Karena tidak ada kontrol dari luar diri, sementara kontrol dari dalam kurang, kejadianlah. Sekarang pun kemalasan itu selalu datang. Tapi bedanya selain kontrol dari dalam yang udah cukup kuat, kontrol luar yaitu lingkungan dan budaya membuat kemalasan tersebut tidak pernah tumbuh subur terlalu lama.

Berapa banyak orang yang setiap ditanya akan kealpaannya terhadap suatu tugas, selalu menjawab dengan kata sakti ini. Malas seolah menjadi jawaban yang paling bijak ketika dihadapkan pada sesuatu yang seharusnya kita lakukan tapi tidak.

Tapi jujur aja, dalam kondisi yang memungkinkan, kondisi status quo, yaitu dengan tidak melakukan apapun terkadang kita butuhkan dalam hidup. Tapi tentu pada porsi tertentu. Jadi gak tabu dong untuk menjawab : Malas Ah !

Saturday, August 19, 2006

Ini Urgent, Bang ...... !

Elu gimana sih? Kan elu tahu kalau nih alat rusak, aktivitas kita bakal terganggu. Mau rapat, tidur, apalagi kalau cuma ada tamu di ruangan saya, Elu harusnya langsung masuk dan ngelaporing hal ini. Jadi gue bisa ngasih solusi yang cepat. Kalo gini gimana dong?
Siang itu, Back Hoe Loader (Sikopel) yang kebetulan dipakai Pabrik rusak. Tanpanya proses hauling buah pasti akan memakan waktu yang lama, sehingga antrian kendaraan di jembatan timbang pasti akan membuat miris sopir/operator yang di hari biasa bisa lenggang kangkung masuk ke pabrik. Hari itu, Kami pulang malam (jarang-jarang), padahal untuk ukuran volume buah yang dikirim dengan jumlah hari itu, biasanya jam 05 sore sudah selesai. Setelah itu, hampir 4 hari berturut-turut, kami harus main malam untuk menghabiskan buah.

Kadang kita memang sering lupa atau tidak sadar mengenai skala prioritas dalam mengambil keputusan. Apalagi jika itu menyangkut keputusan yang harus cepat diambil. Pertimbangan-pertimbangan kadang tidak menyeleruh kita masukkan dalam referensi kita. Jam terbang alias pengalaman mungkin cukup berperan di sini. Seseorang yang sudah terbiasa dan selalu dihadapkan pada banyak pilihan, harusnya tingkat resiko dari keputusan yang diambil pun akan makin sedikit.

Gue jadi ingat, dulu pada saat lulus kuliah, dengan bejibumnya pengangguran, idealisme dalam menentukan jenis pekerjaan sepertinya menjadi tidak begitu urgent. Yang Genting dan penting adalah bagaimana memperoleh pekerjaan secepatnya, tidak mengganggu orang tua lagi, dan tentu saja bidang yang diambil jangan jauh-jauh dari major jurusan yang diambil. Sekarang keputusan itu bukannya disesali, tetapi harus segera dikaji ulang. Itu dapat dilakukan karena ketersediaan waktu dan tenaga. udah beda kayak dulu, he..he...

Setiap hari, bahkan setiap jam, kita pasti punya sesuatu yang kita anggap harus segera dikerjakan. Akan selalu ada hal genting dan urgent. Ingatlah Demi Waktu. .....

Thursday, August 17, 2006

ANOREKSIA

Dewasa ini semakin banyak jenis penyakit baru, yang dulu bahkan belum pernah diketahui. Banyak memang yang menyalahkan life style masyarakat sekarang sebagai sumber dari penyakit baru tersebut. Nah, gue tertarik dengan penyakit yang namanya anoreksia. Terus terang gue baru dengar nih penyakit. Penyakit ini dihubungkan dengan menurunnya selera makan pada seseorang, yang membuat kondisi badan penderitanya tergolong kurus untuk ukuran kebanyakan.

Gua tertarik karena akhir-akhir ini selera makan gua jauh berkurang. Melihat makanan saja kadang sudah gak selera, apalagi kalau harus memasukkannya ke perut. Meskipun itu harus dimakan, paling Cuma sedikit yang termakan dan jadi terkesan serakah karena sisa makanan sehari selalu lebih banyak dari pada yang dimakan. Jauh-jauh hari sudah gua terangin memang ke pembantu rumah agar jangan tersinggung kalau masakannya nanti susah saya makan. Yang repotnya nih pembantu kalo dibilangin masak sedikit saja, selalu gak kesampaian tuh pesan L

Gua yakin kalau gua tuh gak ada bakat untuk teridap anoreksia, karena terbukti kalau makan di luar rumah pasti selera. Apa karena the grass over the fence always greener…..?

Bicara mengenai anoreksia, tentu ini bukan gaya hidup baru yang membuat orang mungkin malah ingin terinfeksi penyakit ini. Lihat aja, berapa banyak cewek yang ingin badannya tetap langsing sampai melakukan diet ketat. Sekarang memang bukan jaman Yunani lagi ketika badan agak subur menjadi trade mark kecantikan.

Indonesia versi Koes Plus, yang disebutnya sebagai kolam susu, atau negeri gemah ripah loh jinawi, ternyata menampilkan wajahnya yang lain. Tentu saudara kita di Yahukimo tidak terkena syndrom anoreksia sehingga malah mati kelaparan kan? atau tikus yang mati di lumbung padi? Anoreksia nanti bisa dijadikan pembelaan terhadap kesalahan kebijakan dan monitoring oleh aparat pemerintah daerah dan pusat. Menyalahkan anoreksia sama dengan meyakinkan diri kita bahwa korban kelaparan tersebut memang lebih memilih melakukan harakiri. Mungkinkah ini akan terjadi?

Kerja Itu Mesti SMART

Ungkapan yang sering diungkapkan, dan jadi trend di media-media televisi : “Saya kerja pakai otot saja”, sementara yang lain mengatakan “Saya kerja pakai Otot juga otak”. Kita sudah tahu hasil akhir dari pekerjaan dengan metode di atas, yaitu optimalisasi hasil untuk pekerjaan yang mampu memaksimalkan kinerja otot dan otak.

Sungguh relevan ketika seorang motivator SDM, menyatakan kerja yang baik itu bukan kerja keras, tetapi kerja smart – Smart working is more better than hard working. Jenis pekerjaan yang sama, akan memberikan hasil yang sama, tetapi dengan kebutuhan sumber daya yang berbeda. Sesuai kecendrungan kita, kemudian orang membuat smart menjadi sistematis, measurable, attainable, reality based, dan time bond. Jadi pekerjaan itu masuk kategori smart jika memenuhi klasifikasi sistematis, terukur, dapat dicapai, didasarkan pada kenyataan, dan ada batas waktunya.

Orang yang bekerja dengan smart akan berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya agar goal-nya tercapai. Kalau di iklan, untuk mengangkat barang, seorang pekerja keras akan mamaksimalkan potensi ototnya, sehingga letih otot adalah efek sampingnya, maka pekerja smart, mungkin akan monyediakan derek yang dikombinasikan, sehingga kebutuhan tenaga/otot hanya sedikit yang dikeluarkan.

Mungkin itu pula yang terjadi di negara kita. Produktivitas tenaga kerja kita masih jauh jika kita bandingkan dengan tetangga-tetangga kita. Kita masih mengandalkan kerja otot sementara di negara-negara lain, esp. Japan, Korea, dan Singapura, kerja keras mereka juga diselaraskan dengan penggunaan teknologi yang tepat. Bahkan ada anekdot yang menyatakan kalau orang Indonesia itu akan berkeringat kalau makan, tetapi ketika bekerja tidak. Apakah itu bentuk semangat yang tinggi saat makan, dan justru sebaliknya ketika bekerja?

Menjadi menarik ketika disodorkan pertanyaan : jika kamu diminta menebang pohon dengan kampak dalam waktu 6 jam, apa yang akan kamu lakukan? Seorang hard worker akan mengampak pohon itu dari awal sampai tumbang mungkin dalam waktu 6 jam. Tetapi seorang smart worker akan mengasah kampaknya selama 4 jam, dan setelah benar-benar tajam baru akan mengampak pohon tadi selama 2 jam.
Nah, pengen ngampak 6 jam nonstop atau 2 jam saja?

Aek Nabara, 27 Juli 2006

Kerjakan Dengan Benar Pada Kesempatan Pertama

Sudah seminggu salah satu unit di bengkel saya break down. Setelah dibongkar oleh mekanik, mereka kemudian membuat list spare part yang harus diganti. Celakanya part tersebut tidak ada di gudang, bahkan setelah menghubungi gudang material di kebun-kebun yang lailn, sehingga harus dibelikan ke Medan. Kini, setelah seminggu, ketika part datang dan sudah mulai dirakit, ternyata diketahui bahwa ada dua komponen yang belum diorder karena analisa awal yang kurang tepat. Akibatnya tentu kerugian akibat break down ini akan terus bertambah.

Saya kemudian menyadari kalimat yang kerap dilontarkan sahabat saya : ”Kerjakanlah dengan benar pada kesempatan pertama”. Tentu jika dari awal inventarisasi masalah telah dibuat dengan benar, kejadian yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Proses perbaikan akan memakan waktu yang lama, dan life time penggunaan unit pasti tidak tercapai.

Mari kita bercermin ke kehidupan yang lebih besar, Indonesia. Kita acap kali melihat proyek-proyek yang dibiayai dengan APBN dan utang luar negeri, justru dikerjakan asal-asalan. Perencanaan yang kurang matang, aplikasi di lapangan yang tidak sesuai prosedur, penggunaan alat dan bahan yang tidak standar, dan sistem kontrol dan pengawasan yang korup, merupakan hal yang lumrah dilakukan. Sehingga bisa dibayangkan life time hasil proyek tidak pernah tercapai. Seringkali bahkan proyek-proyek yang justru dikerjakan di jaman Belanda strukturnya lebih kuat dan masih digunakan sampai sekarang, dari pada proyek kita sendiri.

Psikologi tambal sulam pada beberapa ruas jalan yang justru baru dibangun sebagian juga mengindisikan bahwa memperbaiki justru memberikan efek negatif terhadap pengerjaan awal proyek. Ketiadaan punishment untuk pengerjaan yang tidak standar, justru memunculkan mental asal buat. Toh ke depan tanggung jawab pemeliharaan sudah tidak di tangan mereka. Divisi pemeliharaan pun memiliki semangat yang sama. Jika pengerjaan saat ini tidak sempurna, maka tahun depan pasti dianggarkan lagi. Maka jangan heran, contohnya jika melihat ruas jalan raya yang baru diaspal, sebulan kemudian sudah rusak. Bukan cuma karena kendaraan yang lewat melebih kapasitas sanggah jalan, tetapi juga karena standar bahan yang digunakan tidak tepat.
Sederhananya, jika kita mandi, maka mandilah dengan benar. Jangan menyisakan sabun di telinga atau masih ada sampoo di rambut kepala. Tentu kita tidak ingin setelah berpakaian rapi, lalu harus mandi lagi kan? Contoh yang lain, ketika seorang Bos meminta ke anggotanya memeriksa kucing yang baru melahirkan, setelah menghadap, ditanyakan berapa ekor anak kucingnya. Anggota tadi berlari kembali untuk memeriksa. Setelah dilaporkan, ditanyakan lagi anak kucing yang berwarna hitam berapa ekor, si anggota balik lagi untuk memeriksa. Begitu seterusnya. Kita tentu tidak ingin seperti itu. Perhatikan dan kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama....

Aek Nabara, 29 Juli 2006

Saturday, August 12, 2006

Aku Melihat Maut Pagi Tadi

Aku telah melihat wajah kematian ketika aku berangkat dari rumah menuju Rantau Prapat pagi tadi. Seperti biasa, memang setiap Minggu, aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota terdekat tersebut. selain untuk sekedar berbelanja, juga untuk update informasi.

Jarang-jarang bisa melaju kencang karena biasanya treknya tanah, itu jadi alasaan untuk menggeber sepeda bermotor kencang-kencang. Melewati tikungan tajam kurang lebih 14 km menjelang Rantau, aku kaget ngelihat truk besar yang masuk ke jurang. Beberapa tanaman karet PTPN rusak akibat bantingan truk tersebut.

Sambil lebih memperlambat laju kendaraan, aku lalu berpikir kalau itu aku, gimana yah? Memang sering kesadaran akan eksistensi kita selalu muncul di balik tragedi kehidupan, baik itu yang langsung kita alami atau hanya sebatas kita saksikan di media-media. Coba saksikan betapa sporadis sikap masyarakat ketika tsunami di Aceh, atau gempa bumi di Yogya, serta lagi-lagi tsunami di Pangandaran. Di mana-mana upaya introspeksi diri dilakukan baik oleh pribadi-pribadi maupun kelompok.

Tapi, seperti halnya saya yang dalam beberapa menit kemudian kembali menggeber sepeda motor dengan keyakinan lebih berhati-hati, bangsa ini juga seperti itu. Kita cepat sekali lupa dengan tragedi yang menimpa, sehingga kesadaran hanya muncul ketika tragedi masih cukup membekas. Setelah itu wassalam. Bahkan kita seakan tertantang untuk melakukan perbuatan yang lebih absurd lagi.

Haruskah tragedi terjadi terus-menerus dalam kehidupan kita agar kita selalu waspada dalam menjalaninya? Sungguh benar apa yang disunnahkan oleh Rasul agar umatnya sering-sering berziarah kubur, sehingga selalu mengingat akan kematian.

Saturday, August 05, 2006

WebBlog - Bintang Penyelamat

Sudah hampir 3 tahun, kalau teman-teman bilang, gue bertapa di salah satu pelosok negeri ini. Yah, semuanya sih berawal dari ketiadaan idealisme ketika baru mendapat tambahan beberapa karakter di belakang nama. Bertualang jauh dari rumah, dan proses pembodohan itupun terjadi, Ya, Pembodohan! Memang yang namanya kemerdekaan itu susah diperoleh. Elu bisa bayangkan, ketika masih sekolah, mungkin kita sering takut kalo ngelihat guru yang ngajar pelajaran yang paling tidak kita sukai. Ketika kuliah, itu kemudian berlanjut dengan ketakutan kita pada dosen atau mata kuliah yang kita anggap akan menyulitkan kelulusan kita. Udah kerjapun itu masih berlanjut dengan ketakutan yang "sengaja" ditumbuhkan kepada keadaan dan atasan kita. "Kau lihat, semua orang di pantai ini hidup dalam ketakutannya sendiri-sendiri. Penampakan luar seolah membohongi kenyataan bahwa pada dasarnya mereka menyimpan ketakutan akan sesuatu", Kata Iblis dalam Miss Prym - Paulo Coelho.

Banyak hobi yang dulunya dapat dikerjakan menjadi utopia belaka di tempat pelosok ini, Waktu seolah berkurang, bahkan jika 1 hari itu 26 jam dan seminggu itu 8 hari. Perasaan dikejar selalu ada.

Pertama kali berkenalan ketika salah seorang teman membelikan sebuah majalah komputer, yang kebetulan membahas tentang perkembangan Webblog yang seolah sudah menjadi life style di tengah maraknya teknologi yang mendukung hal itu : HP berkamera & tentu saja kamera digital. Dari penasaran, kemudian ketika ada kesempatan gua surfing juga informasinya di ranah maya. Gua kemudian menyadari, bahwa kini proses pembodohan itu tidak akan berjalan lama. Gua seperti menemukan diary terbuka tempat gua dapat berbagi dengan orang atau sahabat gua.

Hari ini mungkin tepat disebut Hari Kebangkitan Pertama........